Senin, 28 Desember 2015
Syarat Terkabulnya Doa
Syarat Terkabulnya Doa
Sudah berdo’a , tapi Mengapa Doanya Masih Tertolak ?
Dalam sebuah riwayat yang masyhur dan disepakati keshahihannya oleh banyak Imam ahli hadits, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertutur tentang seorang musafir yang berdoa, tapi pasti ditolak. Kepada musafir itu, Nabi mengatakan, “Bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?”
Apakah sebabnya doa sang musafir dijamin ketertolakannya? Berhati-hatilah. Jangan sampai kita mengalami nasib serupa.
Padahal, sebagaimana dijelaskan oleh Salim A. Fillah dalam Lapis-lapis Keberkahan, laki-laki ini memiliki empat keutamaan yang menjamin keterkabulan doanya; dalam kondisi bepergian, sedang berpuasa, terzhalimi, dan mengangkat tangannya kepada ar-Rahman.
Akan tetapi, keempat sebab terkabulnya doa ini bisa dikalahkan oleh satu hal; makanan yang tidak halal. Sebagaimana lanjutan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan, sementara makanannya haram, yang dikenakan pun haram.”
Sebagai salah satu penjelasannya, Rasulullah Shallallhu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan bahwa Allah Ta’ala adalah zat yang Mahasuci dan hanya menerima segala sesuatu yang baik. Jika tidak memenuhi syarat tersebut, maka jaminannya adalah ditolak.
Betapa riwayat ini membuat kita tenang sekaligus khawatir. Tenang sebab mengetahui sebab terkabul dan tertolaknya doa, tapi khawatir karena tingginya tingkat kesukaran untuk mendapatkan yang halal di zaman akhir ini.
Bahkan semua yang terlihat halal menyimpan potensi haram, baik karena campuran komposisi yang haram secara tersembunyi tapi disengaja, prosesnya yang salah, atau cara mendapatkannya. Amat sukar.
Makanan di sekitar kita yang mengandung daging, misalnya, dibayangi dengan campuran daging tikus, anjing, atau babi yang mustahil diteliti setiap kali kita menghajatkannya ketika merasa lapar akut di jalan. Ayam-ayam goreng yang banyak dijual di berbagai tempat juga memiliki potensi haram sebab dicampur dengan ayam mati kemarin, atau cara penyembelihan yang bertentangan dengan syariat Islam.
Pun dengan kosmetik, berbagai jenis makanan yang mengepung di sekitar kehidupan kita tanpa ampun, dan banyak lagi kebutuhan sehari-hari lainnya.
Hanya kepada Allah-lah kita berserah diri seraya berusaha dengan kemampuan terbaik, dan meminta ampun atas ketidaktahuan dan kelemahan diri ini. Semoga Allah Ta’ala memberikan kekuatan kepada kita untuk mengetahui yang halal, dan memuaskan diri dengannya. Semoga Dia juga menjauhkan kita dari segala jenis syubhat dan segala yang haram. Aamiin. [Pirman/Kisahikmah]
www.cucuadam.com/2015/10/syarat-terkabulnya-doa-sudah-tapi.html?m=1
PENGHALANG-PENGHALANG DO'A
Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih
Banyak orang yang berdoa melakukan perbuatan yang menyebabkan doa mereka ditolak dan tidak dikabulkan, karena kebodohan mereka tentang syarat-syarat doa, padahal apabila tidak terpenuhi salah satu syarat tersebut, maka doa tersebut tidak dikabulkan.
Adapun syarat-syarat yang terpenting antara lain.
[1]. Ikhlas
Sebagaimana firman Allah.
"Artinya : Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya". [Ghafir : 14]
Ibnu Katsir mengatakan bahwa setiap orang yang beribadah dan berdoa hendaknya dengan ikhlas serta menyelisihi orang-orang musyrik dalam cara dan madzhab mereka.[Tafsir Ibnu Katsir 4/73]
Dari Abdurrahman bin Yazid bahwa dia berkata bahwasanya Ar-Rabii' datang kepada 'Alqamah pada hari Jum'at dan jika saya tidak ada dia memberikan kabar kepada saya, lalu 'Alqamah bertemu dengan saya dan berkata : Bagaimana pendapatmu tentang apa yang dibawa oleh Rabii'.? Dia menjawab : "Berapa banyak orang yang berdoa tetapi tidak dikabulkan ? Karena Allah tidak menerima doa kecuali yang ikhlas". Saya berkata : Bukankah itu telah dikatakannya ? Dia berkata : Abdullah mengatakan bahwa Allah tidak mendengar doa seseorang yang berdoa karena sum'ah, riya' dan main-main tetapi Allah menerima orang yang berdoa dengan ikhlas dari lubuk hatinya". [Imam Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad 2/65 No. 606. Dishahihkan sanadnya oleh Al-Albani dalam Shahih Adabul Mufrad No. 473. Nakhilah maksudnya adalah iikhlas, Masma' adalah orang yang beramal untuk dipuji atau tenar].
Termasuk syarat terkabulnya doa adalah tidak beribadah dan tidak berdoa kecuali kepada Allah. Jika seseorang menujukan sebagian ibadah kepada selain Allah baik kepada para Nabi atau para wali seperti mengajukan permohonan kepada mereka, maka doanya tidak terkabulkan dan nanti di akhirat termasuk orang-orang yang merugi serta kekal di dalam Neraka Jahim bila dia meninggal sebelum bertaubat.
[2] & [3]. Tidak Berdoa Untuk Sesuatu Dosa Atau Memutuskan Silaturrahmi
Dari Abu Said bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
Artinya : Apabila seorang muslim berdoa dan tidak memohon suatu yang berdosa atau pemutusan kerabat kecuali akan diakabulkan oleh Allah salah satu dari tiga ; Akan dikabulkan doanya atau ditunda untuk simpanan di akhirat atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya".[Musnad Ahmad 3/18. Imam Al-Mundziri mengatakannya Jayyid (bagus) Targhib 2/478].
Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa yang dimaksud "tidak berdoa untuk suatu yang berdosa" artinya berdoa untuk kemaksiatan suatu contoh : "Ya Allah takdirkan aku untuk bisa membunuh si fulan", sementara si fulan itu tidak berhak dibunuh atau "Ya Allah berilah aku rizki untuk bisa minum khamer" atau "Ya Allah pertemukanlah aku dengan seorang wanita untuk berzina". Atau berdoa untuk memutuskan silaturrahmi suatu contoh : "Ya Allah jauhkanlah aku dari bapak dan ibuku serta saudaraku" atau doa semisalnya. Doa tersebut pengkhususan terhadap yang umum. Imam Al-Jazri berkata bahwa memutuskan silaturahmi bisa berupa tidak saling menyapa, saling menghalangi dan tidak berbuat baik dengan semua kerabat dan keluarga.
[4]. Hendaknya Makanan Dan Pakaian Dari Yang Halal Dan Bagus
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan :
"Artinya : Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : Ya Rabbi, ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimana doanya bisa terkabulkan.?" [Shahih Muslim, kitab Zakat bab Qabulus Sadaqah 3/85-86].
Imam An-Nawawi berkata bahwa yang dimaksud lama bepergian dalam rangka beribadah kepada Allah seperti haji, ziarah, bersilaturrahmi dan yang lainnya.
Pada zaman sekarang ini berapa banyak orang yang mengkonsumsi makanan, minuman dan pakaian yang haram baik dari harta riba, perjudian atau harta suap yang yang lainnya. [Syarh Shahih Muslim 7/100].
Ahli Syair berkata.
"Kita berdoa dan menyangka doa terangkat padahal dosa menghadangnya lalu doa tersebut kembali. Bagaimana doa kita bisa sampai sementara dosa kita menghadang di jalannya". [Al-Azhiyah dalam Ahkamil Ad'iyah hal. 141].
[5]. Tidak Tergesa-gesa Dalam Menunggu Terkabulnya Doa
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.
"Artinya : Akan dikabulkan permintaan seseorang di antara kamu, selagi tidak tergesa-gesa, yaitu mengatakan : Saya telah berdoa tetapi belum dikabulkan". [Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat 7/153. Shahih Muslim, kitab Do'a wa Dzikir
8/87]
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata : Yang dimaksud dengan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Saya berdoa tetapi tidak dikabulkan", Ibnu Baththaal berkata bahwa seseorang bosan berdoa lalu meninggalkannya, seakan-akan mengungkit-ungkit dalam doanya atau mungkin dia berdoa dengan baik sesuai dengan syaratnya, tetapi bersikap bakhil dalam doanya dan menyangka Alllah tidak mampu mengabulkan doanya, padahal Dia dzat Yang Maha Mengabulkan doa dan tidak pernah habis pemberian-Nya. [Fathul Bari 11/145].
Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa Imam Al-Madzhari berkata : Barangsiapa yang bosan dalam berdoa, maka doanya tidak terkabulkan sebab doa adalah ibadah baik dikabulkan atau tidak, seharusnya seseorang tidak boleh bosan beribadah. Tertundanya permohonan boleh jadi belum waktunya doa tersebut dikabulkan karena segala sesuatu telah ditetapkan waktu terjadinya, sehingga segala sesuatu yang belum waktunya tidak akan mungkin terjadi, atau boleh jadi permohonan tersebut tidak terkabulkan dengan tujuan Allah mengganti doa tersebut dengan pahala, atau boleh jadi doa tersebut tertunda pengabulannya agar orang tersebut rajin berdoa sebab Allah sangat senang terhadap orang yang rajin berdoa karena doa memperlihatkan sikap rendah diri, menyerah dan merasa membutuhkan Allah. Orang sering mengetuk pintu akan segera dibukakan pintu dan begitu pula orang yang sering berdoa akan segera dikabulkan doanya. Maka seharusnya setiap kaum Muslimin tidak boleh meninggalkan berdoa. [Mir'atul Mafatih 7/349].
Syubhat.
Allah berfirman.
"Artinya : Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu". (Ghafir : 60).
Banyak orang yang berdoa tetapi tidak dikabulkan, kalau seandainya ayat tersebut sesuai dengan zhahirnya pasti tidak mungkin doa tersebut ditolak.
Hafizh Ibnu Hajar menjawab bahwa setiap orang yang berdoa pasti terkabulkan tetapi dengan bentuk pengkabulan yang berbeda-beda, terkadang apa yang diminta terkabulkan, atau terkadang diganti dengan sesuatu pemberian lain, sebagaimana hadits dari 'Ubadah bin Shamit bahwasanya NabiShallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Tidak ada seorang muslim di dunia berdoa memohon suatu permohonan melainkan Allah pasti mengabulkannya atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya". [Fathul Bari 11/98].
[6] &[ 7] Hendaknya Berdoa Dengan Hati Yang Khusyu' Dan Yakin Bahwa Doanya Pasti Akan Dikabulkan
Dari Abdullah bin Amr bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Hati itu laksana wadah dan sebahagian wadah ada yang lebih besar dari yang lainnya, maka apabila kalian memohon kepada Allah, maka mohonlah kepada-Nya sedangkan kamu merasa yakin akan dikabulkan karena sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai". [Musnad Ahmad 2/177, Mundziri dalam kitab Targhib 2/478, Al-Haitsami dalam Majma Zawaid 10/148]
Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa yang dimaksud dengan sabda Nabi : " dan kalian yakin akan dikabulkan", adalah pengharusan artinya berdoalah sementara kalian bersikap dengan sifat yang menjadi penyebab terkabulnya doa. Imam Al-Madzhari berkata bahwa hendaknya orang yang bedoa merasa yakin bahwa Allah akan mengabulkan doanya sebab sebuah doa tertolak mungkin disebabkan yang diminta tidak mampu mengabulkan atau tidak ada sifat dermawan atau tidak mendengar terhadap doa tersebut, sementara kesemuanya sangat tidak layak menjadi sifat Allah. Allah adalah Dzat Yang Maha Pemurah, Maha Tahu dan Maha Kuasa yang tidak menghalangi doa hamba-Nya. Jika seorang hamba tahu bahwa Allah tidak mungkin menghalangi doa hamba-Nya, maka seharusnya kita berdoa kepada Allah dan merasa yakin bahwa doanya akan dikabulkan oleh Allah.
Seandainya ada orang yang mengatakan bahwa kita dianjurkan agar kita selalu yakin bahwa doa kita akan terkabulkan dan keyakinan itu akan muncul jika doa pasti dikabulkan, sementara kita melihat sebagian orang terkabul doanya dan sebagian yang lainnya tidak terkabulkan, bagaimana kita bisa yakin ?
Jawab.
Orang yang berdoa pasti terkabulkan dan pemintaannya pasti diberikan kecuali bila dalam catatan azali Allah doa tersebut tidak mungkin dikabulkan akan tetapi dia akan dihindarkan oleh Allah dari musibah semisalnya dengan permohonan yang dia minta sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits. Atau diberi ganti yang berupa pahala dan derajat di akhirat. Karena doa adalah ibadah dan barangsiapa yang beribadah dengan baik, maka tidak mungkin akan dihalangi dari pahala.
Yang dimaksud dengan sabda Nabi : "dari hati yang lalai" adalah hati yang berpaling dari Allah atau berpaling dari yang dimintanya. [Mir'atul Mafatih 7/360-361].
[Disalin dari buku Jahalatun nas fid du'a, edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdo'a oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 158-167, terbitan Darul Haq, penerjemah Zaenal Abidin, Lc.]
almanhaj.or.id/content/96/slash/0/penghalang-penghalang-doa/
Inilah Syarat Terkabulnya Doa
INILAHCOM, Jakarta -- Allah berjanji akan mengabulkan doa hamba yang memohon kepada-Nya. Namun, apakah semua doa akan dikabulkan? Apa saja syarat terkabulnya doa?
Kali ini kita akan menengok bagaimana menurut hadist dan riwayat tentang syarat terkabulnya doa.Syarat Terkabulnya Doa
1. Mengenal kepada siapa kita memohon.
Sebelum meminta sesuatu, tentu kita harus mengenal kepada siapa kita meminta. Begitu pula sebelum kita berdoa, kita harus tau siapa Dzat yang sedang kita mintai bantuan dan pertolongan untuk mengabulkan permintaan kita.
Selain itu, kita juga harus mengenal dan meyakini bahwa Allah swt Maha Mampu mengabulkan apapun yang kita minta.Suatu hari, Imam Jafar As-Shodiq, Guru dari Imam Madzhab Maliki dan Hanbali pernah ditanya oleh seseorang, Wahai Imam, kita selalu berdoa tapi tak pernah dikabulkan?
Imam pun menjawab, Karena kalian berdoa kepada yang tidak kalian kenal.Jawaban ini selaras dengan sabda Rasulullah saw yang berbunyi,Andai kalian mengenal Allah dengan sebenar-benarnya maka doa kalian mampu memindahkan gunung-gunung.
2. Berbaik sangka kepada Allah swt.
Disaat berdoa, kita harus yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa kita. Percuma kita berdoa jika masih ada perasaan ragu apakah Allah akan mengabulkan doa saya?Karena Allah pernah berfirman dalam Hadist Qudsi-Nya,Aku adalah seperti apa yang disangkakan hamba-Ku kepadaku. Karenanya, janganlah berprasangka tentang-Ku kecuali kebaikan.
Jika kita masih ragu apakah Allah akan mengabulkan atau tidak, maka doa itu tidak akan terkabul karena Allah akan mengabulkan sesuai prasangka kita kepada-Nya. Rasulullah bersabda,Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin bahwa (doamu) akan dikabulkan
3. Berdoa dengan perasaan terjepit.
Syarat ketiga adalah salah satu yang terpenting. Kita berdoa dengan perasaan terjepit dan terpojok seakan tidak ada lagi yang dapat membantu kita selain Allah swt. Tidak ada lagi yang kita harapkan selain-Nya.
Rasulullah saw bersabda,Jika seorang dari kalian ingin doanya selalu dikabulkan oleh Allah swt maka berputus asalah dari seluruh manusia.
Ketika tidak ada harapan lagi selain rahmat-Nya, berdoa dalam keadaan benar-benar membutuhkan bantuan-Nya, bercucuran air mata demi ijabah dari-Nya maka disitulah tempat terkabulnya doa.Karena Allah begitu cemburu jika hamba-Nya masih berharap kepada selain-Nya. Padahal, siapa yang mampu mengabulkan seluruh permintaan selain Allah swt?
أَمَّنيُجِيبُالْمُضْطَرَّإِذَادَعَاهُوَيَكْشِفُالسُّوءَ-٦٢
-Bukankah Dia (Allah) yang Mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan Menghilangkan kesusahan.(An-Naml 62)
Saya sudah menjalani adab berdoa dan syarat-syarat terkabulnya doa, tapi kenapa doa saya belum juga terkabul? Padahal Allah berjanji akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya?
Untuk menjawab pertanyaan ini, kita akan menggunakan analogi. Maha Suci Allah dari segala. Ada seorang anak yang meminta kepada ayahnya untuk dibelika pistol. Dia memohon, menangis dan meronta sejadi-jadinya. Akankah sang ayah membelikan pistol itu kepada anaknya?
Sang ayah tidak memberi bukan karena tidak mampu, bahkan membelikan 10 pistol pun ia mampu, tapi pistol itu berbahaya dan anak ini belum mengerti. Akhirnya ia ganti permintaan anaknya dengan mainan yang tidak berbahaya.
Kita sering meminta sesuatu yang kita anggap baik. Padahal tidak semua yang kita anggap baik itu baik. Ilmu kita sangat terbatas sementara Allah Maha Tahu dan ingin berkata,Yang sedang kau minta ini berbahaya duhai hamba-Ku
Ketika Allah tidak memberi apa yang kita minta karena itu tidak baik bukan berarti Allah tidak menepati janji-Nya. Doa itu akan tetap terkabul dengan dialihkan kepada pemberian Allah yang lain.Setiap doa akan dikabulkan. Apakah ia terkabul secara langsung di dunia, diakhirkan di akhirat atau diganti dengan pemberian yang lain.
Rasulullah saw bersabda,Doa adalah inti ibadah. Tidak ada seorang mukmin yang berdoa kepada Allah kecuali dikabulkan. Apakah ia dikabulkan langsung didunia, diakhirkan (sebagai pahala) di akhirat atau dihapus dosa-dosanya sesuai dengan kadar doanya, selama ia tidak berdoa keburukan.
Kita sering mengeluh dan protes jika doa tak kunjung terkabul, padahal kita tidak tau apa yang sedang terjadi dibalik doa-doa kita. Allah swt pernah berfirman dalam Taurat,Allah berkata kepada hamba-hamba-Nya, Kau berdoa untuk kehancuran hamba-Ku karena ia telah mendzalimimu padahal ditempat lain ada hamba yang berdoa untuk kehancuranmu karena kau telah mendzaliminya. Jika kau ingin, Aku akan mengabulkan doamu dan mengabulkan doanya (orang yang telah kau dzolimi) dan jika kau mau aku akan mengakhirkan (balasan) kalian berdua sampai kelak di Hari Kiamat.
Kita hanya berpikir bahwa doa kita belum terkabul tanpa pernah tahu bahwa doa itu telah menyelamatkan kita dari berbagai musibah dan bencana. Karenanya, jangan sering protes tentang tidak terkabulnya doa. Perbaiki doa kita dan yakinilah, tidak ada doa yang tidak terkabulkan![ ]
Sumber khazanahalquran
m.inilah.com/news/detail/2256393/inilah-syarat-terkabulnya-doa
Ketahui Apa Saja Syarat-Syarat Terkabulnya Do’a
Sebagai manusia yang hanya bisa membuat rencana, berdo’a adalah salah satu cara paling mujarab untuk meminta sesuatu dari Allah SWT, zat maha sempurna yang menjadi pemilik dan penguasa dari seluruh galaksi, alam semesta, dan segala makhluk yang ada di dalamnya. Tapi apa saja syarat atau hal yang membuat do’a kita akan dikabulkan oleh Allah SWT? Kali ini akan kita bahas beberapa di antaranya.
Anjuran untuk berdo’a dalam agama Islam muncul di Al-Qur’an, tepatnya di surat Al-Mu’min ayat 60 yang isinya kurang lebih tentang jika seseorang berdo’a kepada Allah SWT, maka Allah akan mengabulkan do’a-do’a tersebut. Sementara mereka yang sombong dan sama sekali tidak berniat untuk menyembah Allah SWT dengan cara memanjatkan do’a kepadaNya maka akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam kondisi diri yang amat hina. Mengingat janji ini adalah janji yang dibuat langsung oleh Allah SWT, maka tentu saja seluruh do’a yang datang sudah pasti akan dikabulkan, hanya masalah waktu saja sebelum semuanya terjadi.
Anjuran umat Islam berdo’a kembali muncul dan kini berasal dari Nabi Muhammad SAW sendiri. Hal ini terbukti dari sebuah hadist yang diketahui keshahihannya, dimana hadits tersebut diriwayatkan oleh Ath-Thabrani. Dalam hadits tersebut, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa tidak ada orang yang berdo’a kepada Allah dan mendapati do’anya tidak terkabul. Hanya ada tiga kemungkinan akan sebuah do’a, yaitu terkabul di dunia, disimpan untuk nanti sebagai bekal di akhirat, dan yang terakhir adalah untuk mencegah jikalau terjadi hal-hal bencana yang berlawanan dengan do’a dari orang tersebut.
Inilah Daftar Syarat-Syarat Terkabulnya Do’a
Untuk terkabulnya do’a, ternyata ada beberapa syarat-syarat yang harus dipenuhi seseorang. Untuk apa saja hal itu, ternyata sudah dituliskan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, yaitu sebagai berikut:
1. Berdo’a dengan sabar dan diiringi shalat
2. Mengulang do’a sebanyak tiga kali
3. Berdo’a di waktu dan tempat yang mustajab
4. Hanya konsumsi makanan serta minuman yang halal
5. Berdo’a dengan suara lembut dan rendah hati
6. Tidak meminta akan sesuatu yang berlebihan atau tidak mungkin didapatkan
7. Berdo’alah dengan khusyu dan ikhlas, dan pastikan do’a tersebut karena Allah SWT
8. Berdo’alah untuk hal yang tidak akan menimbulkan dosa nantinya
9. Hendaklah berdo’a dengan penuh keyakinan bahwa Allah SWT akan mengabulkan
10. Janganlah terburu-buru dalam berdo’a
11. Pastikan kita bertakwa pada Allah ketika memanjatkan do’a
Do’a yang dipanjatkan memenuhi syarat di atas dan dikombinasikan dengan firman Allah di surat Al-Mu’min tadi, berarti Allah telah berjanji akan mengabulkan semua do’a dengan tiga kondisi yaitu ketika di dunia, untuk tabungan di akhirat, atau untuk mencegah kecelakaan seseorang nantinya. Pada akhirnya, manusia hanya bisa membuat rencana dan sesungguhnya hanya Allah SWT-lah yang mengetahui mana yang baik ataupun yang buruk bagi seseorang.
Ketika do’a kita tidak atau belum dikabulkan oleh Allah SWT, mungkin kita harus kembali melihat ke dalam diri kita sendiri dan lakukan instrospeksi besar-besaran terhadap hal-hal yang kita anggap masih membawa kesalahan setiap kita melangkah ke depan. Atau mungkin Allah SWT memang menyimpan hal tersebut untuk nanti. Yang penting adalah kita telah memperhatikan syarat-syarat terkabulnya do’a.
www.kumpulanmisteri.com/2015/04/ketahui-apa-saja-syarat-syarat.html?m=1
Status Doa-Doa yang Belum Terkabul
Redaksi – Jumat, 20 Maret 2015 08:50 WIB
Ass. Wr. wb.
Pak Ustad kenapa yah kok setiap kali saya berdoa memohon sesuatu, kayaknya belum terkabul terus?, Padahal saya sudah menjalankan semuanya, mulai dari sholat malam, sholat hajat dll, adakah solusinya pak ustad? apa yang harus saya lakukan?, kadang saya suka iri kok ada orang yang sholat aja gak tapi hidupnya berkecukupan.., makasih atas jawabannya..
Wasallam..
Waalaikumussalam Wr Wb
Allah swt berfirman :
هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Artinya : “Dialah yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; Maka sembahlah dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.” (QS. Ghofir : 65)
Dibanyak ayat, Allah swt telah memerintahkan kita untuk berdoa dan menjanjikan pengabulannya sebagaimana juga disebutkan dibanyak hadits. Doa adalah ibadah atau otak ibadah sebagaimana ditegaskan disebagian hadits. Dan setiap ibadah memiliki rukun-rukun, syarat-syarat dan adab-adab sehingga doa itu menjadi sah dan diterima.
Para ulama berkata bahwa sesungguhnya diantara syarat-syarat diterimanya doa adalah menghadirkan fikiran dan hati saat berdoa. Maka tidak cukup bagi seseorang hanya sekedar menggerakkan bibir tatkala berdoa sementara fikirannya berpaling dari Allah dan tidaklah cukup hanya menghadirkan fikiran sementara perasaannya dingin akan tetapi haruslah disertai dengan keinginan agar dikabulkan, rasa takut akan tidak dikabulkan dan menghadirkan keagungan Allah swt.
Hal ini dikuatkan dengan apa yang disebutkan di akhir ayat yang menyebutkan doa Nabi Ayyub, Dzin Nuun dan Zakaria tatkaa mengatakan,” wahai Roobul ‘Izzah…
إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ
Artinya : “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada kami.” (QS. Al Anbiya : 90)
Seorang yang berdoa haruslah menjadi orang yang taat kepada Allah swt tanpa ada kekurangan, menyambut ketaatan dengan rasa senang, bersegera, berharap pengabulan doanya, serta rasa takut dengan mengahadirkan fikiran dan hati.
Didalam hadits shahih bahwa memakan yang haram mencegah pengabulan doa sebagaimana disebutkan Rasulullah saw tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalan yang jauh, rambutnya kusut dan berdebu yang menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan,”Wahai Robb, wahai Robb sementara makanannya haram, pakaiannya haram bagaimana,doanya akan dikabulkan.”
Perkara-perkara diatas (didalam hadits itu) yang menjadikan doa dikabulkan ditambah lagi berbagai perkara yang disunnahkan diantaranya : bersuci, menghadap kiblat, berdoa dengan doa-doa yang ma’tsur, berupaya memilih waktu-waktu dan tempat-tempat yang diberkahi seperti setengah malam akhir, antara adzan dan iqomat, tatkala melihat ka’bah, saat pengabulan doa di hari jum’at….
Juga membuka doa dengan mengucapkan basmalah, memuji Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw dan menutupnya dengan shalawat atasnya juga… (Fatawa Al Azhar juz IX hal 369)
Untuk lebih memberi penjelasan tentang adab berdoa maka berikut penuturan Imam Ghazali tentangnya :
1. Hendaklah didalam berdoa berusaha memilih waktu-waktu yang mulia seperti hari arafah, ramadhan, hari jum’at, waktu sahur.
Artinya : “Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar (sahur).” (QS. Adz Dzariyat : 18)
2. Memanfaatkan kondisi atau keadaan-keadaan yang mulia, seperti sabda Rasulullah saw,”Doa diantara adzan dan iqomat tidaklah ditolak.” (HR. Abu Daud)
3. Hendaklah menghadap kiblat tatkala berdoa dan mengangkat tangan hingga terlihat warna putih kedua ketiaknya, sebagaimana diriwayatkan dari Anas bahwa Nabi saw mengangkat kedua tangannya sehingga terlihat warna putih kedua ketiaknya saat berdoa dan tidak memberikan isyarat dengan jari jemarinya.”
4. Merendahkan suara…; Aisyah mengatakan tentang firman Allah swt “janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” (QS. Al Israa : 110) yaitu didalam doamu.
5. Tidak menyusahkan diri dengan bersajak didalam berdoa. Sesungguhnya seorang yang berdoa seyogyanya berada dalam keadaan tunduk sedangkan memberatkan diri tidaklah sesuai dengan sabda Rasulullah saw,”Akan datang suatu kaum yang berlebih-lebihan dalam berdoa.”
6. Tunduk, khusyu, penuh harap dan rasa takut, sebagaimana firman Allah swt :
إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ
Artinya : “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada kami.” (QS. Al Anbiya : 90)
7. Berkeyakinan kuat akan dikabulkan doanya serta benar didalam pengharapannya. Sabda Rasulullah saw,”Berdoalah kepada Allah dan anda meyakini akan pengabulannya. Ketahuilah bahwa Allah azza wa jalla tidaklah mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Ahmad, Thabrani)
8. Mengulanginya hingga tiga kali. Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa Nabi saw apabila berdoa maka dia berdoa hingga tiga kali dan apabila dia meminta maka dia meminta hingga tiga kali.” (HR. Muslim)
9. Hendaklah mengawali doanya dengan dzikrullah (menyebut nama Allah) tidak langsung dengan meminta. Sabda Rasulullah saw,”Apabila kalian meminta kepada Allah azza wa jalla suatu keperluan maka mulailah dengan shalawat atasku…” (HR. Abu Thalib al Makkiy)
10. Bertaubat, mengembalikan simpanan-simpanan orang lain serta menyambut (seruan) Allah swt dengan penuh semangat. (Ihya Ulumuddin juz I hal 361 – 3650
Adapun tentang orang-orang sepertinya jauh dari Allah, seperti tidak mengerjakan shalat, tidak berpuasa di bulan Ramadhan atau bahkan orang-orang non muslim namun mereka memiliki ‘rezeki’ melebihi orang-orang yang shaleh maka tidak sepatutnya anda iri terhadap mereka. Karena seorang mukmin tidaklah iri dalam urusan dunia. Iri dalam urusan dunia hanya akan menyeretnya menjadi hamba dunia. Akan tetapi hendaknya seorang mukmin iri dalam urusan akherat.
Sesungguhnya iri atau tidak anda kepada mereka semua maka tidak akan dapat mencegah takdir Allah atas mereka. Dan perlu diyakini bahwa banyak harta, tingginya jabatan atau kedudukan belum tentu menjadi tanda keredhoan dan kecintaan Allah kepadanya.
Hal lain yang perlu juga anda yakini bahwa bentuk-bentuk pengabulan Allah swt terhadap doa seseorang ada tiga :
1. Langsung diberikan kepadanya apa yang dimintanya di dunia.
2. Ditahan untuk diberikannya di akherat.
3. Dihapuskan dosa-dosanya setara dengan doa-doanya
Sebagaimana disebutkan didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Tidaklah seorang muslim berdoa kecuali dikabulkannya. Bisa dengan dipercepat pemberiannya di dunia, bisa dijadikan tabungan baginya di akherat dan bisa juga dihapuskan dosa-dosanya setara dengan doanya selama ia tidak berdoa sambil berbuat dosa atau memutuskan silaturahmi atau meminta cepat-cepat dikabulkan.”
Wallahu A’lam
-Ustadz Sigit Pranowo Lc-
m.eramuslim.com/ustadz-menjawab/doa-yang-belum-terkabul-2.htm
Syarat Dikabulkannya Doa Dan Penghalangnya..
"Bisa Karena Terbiasa"
Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".
Syarat Dikabulkannya Doa Dan Penghalangnya..
Syarat dan Penghalang Terkabulnya Doa
Adalah sangat baik jika kita memperbanyak doa, sebab memperbanyak doa adalah merupakan salah satu perintah Allah sebagaimana firman-Nya :
وَقَالَ رَبّكُـمْ ادْعُونِيَ أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنّ الّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنّمَ دَاخِرِينَ
Dan Tuhanmu berfirman : “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” [QS. Al-Mukmin : 60].
Banyak orang yang berdoa melakukan perbuatan yang menyebabkan doa mereka ditolak dan tidak dikabulkan, karena kebodohan mereka tentang syarat-syarat doa, padahal apabila tidak terpenuhi salah satu syarat tersebut, maka doa tersebut tidak dikabulkan
Syarat agar doa di kabulkan.
1. Ikhlas
Sebagaimana firman Allah.
“Artinya : Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya“. [Ghafir : 14]
Ibnu Katsir mengatakan bahwa setiap orang yang beribadah dan berdoa hendaknya dengan ikhlas serta menyelisihi orang-orang musyrik dalam cara dan madzhab mereka.[Tafsir Ibnu Katsir 4/73]
Dari Abdurrahman bin Yazid bahwa dia berkata bahwasanya Ar-Rabii’ datang kepada ‘Alqamah pada hari Jum’at dan jika saya tidak ada dia memberikan kabar kepada saya, lalu ‘Alqamah bertemu dengan saya dan berkata : Bagaimana pendapatmu tentang apa yang dibawa oleh Rabii’.? Dia menjawab : “Berapa banyak orang yang berdoa tetapi tidak dikabulkan ? Karena Allah tidak menerima doa kecuali yang ikhlas”. Saya berkata : Bukankah itu telah dikatakannya ? Dia berkata : Abdullah mengatakan bahwa Allah tidak mendengar doa seseorang yang berdoa karena sum’ah, riya’ dan main-main tetapi Allah menerima orang yang berdoa dengan ikhlas dari lubuk hatinya”. [Imam Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad 2/65 No. 606. Dishahihkan sanadnya oleh Al-Albani dalam Shahih Adabul Mufrad No. 473. Nakhilah maksudnya adalah iikhlas, Masma’ adalah orang yang beramal untuk dipuji atau tenar].
2. Tidak beribadah dan tidak berdoa kecuali kepada Allah.
Jika seseorang menujukan sebagian ibadah kepada selain Allah baik kepada para Nabi atau para wali seperti mengajukan permohonan kepada mereka, maka doanya tidak terkabulkan dan nanti di akhirat termasuk orang-orang yang merugi serta kekal di dalam Neraka Jahim bila dia meninggal sebelum bertaubat.
3 & 4. Tidak Berdoa Untuk Sesuatu Dosa Atau Memutuskan Silaturrahmi
Dari Abu Said bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Apabila seorang muslim berdoa dan tidak memohon suatu yang berdosa atau pemutusan kerabat kecuali akan diakabulkan oleh Allah salah satu dari tiga ; Akan dikabulkan doanya atau ditunda untuk simpanan di akhirat atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya“.[Musnad Ahmad 3/18. Imam Al-Mundziri mengatakannya Jayyid (bagus) Targhib 2/47].
Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa yang dimaksud “tidak berdoa untuk suatu yang berdosa” artinya berdoa untuk kemaksiatan suatu contoh : “Ya Allah takdirkan aku untuk bisa membunuh si fulan”, sementara si fulan itu tidak berhak dibunuh atau “Ya Allah berilah aku rizki untuk bisa minum khamer” atau “Ya Allah pertemukanlah aku dengan seorang wanita untuk berzina”. Atau berdoa untuk memutuskan silaturrahmi suatu contoh : “Ya Allah jauhkanlah aku dari bapak dan ibuku serta saudaraku” atau doa semisalnya. Doa tersebut pengkhususan terhadap yang umum. Imam Al-Jazri berkata bahwa memutuskan silaturahmi bisa berupa tidak saling menyapa, saling menghalangi dan tidak berbuat baik dengan semua kerabat dan keluarga.
5. Hendaknya Makanan Dan Pakaian Dari Yang Halal Dan Bagus(baik)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan :
“Artinya : Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : Ya Rabbi, ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimana doanya bisa terkabulkan.?” [Shahih Muslim, kitab Zakat bab Qabulus Sadaqah 3/85-86].
Imam An-Nawawi berkata bahwa yang dimaksud lama bepergian dalam rangka beribadah kepada Allah seperti haji, ziarah, bersilaturrahmi dan yang lainnya.
Pada zaman sekarang ini berapa banyak orang yang mengkonsumsi makanan, minuman dan pakaian yang haram baik dari harta riba, perjudian atau harta suap yang yang lainnya. [Syarh Shahih Muslim 7/100].
Ahli Syair berkata.
“Kita berdoa dan menyangka doa terangkat padahal dosa menghadangnya lalu doa tersebut kembali. Bagaimana doa kita bisa sampai sementara dosa kita menghadang di jalannya”. [Al-Azhiyah dalam Ahkamil Ad’iyah hal. 141].
6. Tidak Tergesa-gesa Dalam Menunggu Terkabulnya Doa
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.
“Artinya : Akan dikabulkan permintaan seseorang di antara kamu, selagi tidak tergesa-gesa, yaitu mengatakan : Saya telah berdoa tetapi belum dikabulkan“. [Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat 7/153. Shahih Muslim, kitab Do’a wa Dzikir
8/87]
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata : Yang dimaksud dengan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Saya berdoa tetapi tidak dikabulkan”, Ibnu Baththaal berkata bahwa seseorang bosan berdoa lalu meninggalkannya, seakan-akan mengungkit-ungkit dalam doanya atau mungkin dia berdoa dengan baik sesuai dengan syaratnya, tetapi bersikap bakhil dalam doanya dan menyangka Alllah tidak mampu mengabulkan doanya, padahal Dia dzat Yang Maha Mengabulkan doa dan tidak pernah habis pemberian-Nya. [Fathul Bari 11/145].
Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa Imam Al-Madzhari berkata : Barangsiapa yang bosan dalam berdoa, maka doanya tidak terkabulkan sebab doa adalah ibadah baik dikabulkan atau tidak, seharusnya seseorang tidak boleh bosan beribadah. Tertundanya permohonan boleh jadi belum waktunya doa tersebut dikabulkan karena segala sesuatu telah ditetapkan waktu terjadinya, sehingga segala sesuatu yang belum waktunya tidak akan mungkin terjadi, atau boleh jadi permohonan tersebut tidak terkabulkan dengan tujuan Allah mengganti doa tersebut dengan pahala, atau boleh jadi doa tersebut tertunda pengabulannya agar orang tersebut rajin berdoa sebab Allah sangat senang terhadap orang yang rajin berdoa karena doa memperlihatkan sikap rendah diri, menyerah dan merasa membutuhkan Allah. Orang sering mengetuk pintu akan segera dibukakan pintu dan begitu pula orang yang sering berdoa akan segera dikabulkan doanya. Maka seharusnya setiap kaum Muslimin tidak boleh meninggalkan berdoa. [Mir’atul Mafatih 7/349].
Syubhat.
Allah berfirman.
“Artinya : Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu“. (Ghafir : 60).
Banyak orang yang berdoa tetapi tidak dikabulkan, kalau seandainya ayat tersebut sesuai dengan zhahirnya pasti tidak mungkin doa tersebut ditolak.
Hafizh Ibnu Hajar menjawab bahwa setiap orang yang berdoa pasti terkabulkan tetapi dengan bentuk pengkabulan yang berbeda-beda, terkadang apa yang diminta terkabulkan, atau terkadang diganti dengan sesuatu pemberian lain, sebagaimana hadits dari ‘Ubadah bin Shamit bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Tidak ada seorang muslim di dunia berdoa memohon suatu permohonan melainkan Allah pasti mengabulkannya atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya“. [Fathul Bari 11/98].
7 & 8 Hendaknya Berdoa Dengan Hati Yang Khusyu’ Dan Yakin Bahwa Doanya Pasti Akan Dikabulkan
Dari Abdullah bin Amr bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Hati itu laksana wadah dan sebahagian wadah ada yang lebih besar dari yang lainnya, maka apabila kalian memohon kepada Allah, maka mohonlah kepada-Nya sedangkan kamu merasa yakin akan dikabulkan karena sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai“. [Musnad Ahmad 2/177, Mundziri dalam kitab Targhib 2/478, Al-Haitsami dalam Majma Zawaid 10/148]
Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa yang dimaksud dengan sabda Nabi : ” dan kalian yakin akan dikabulkan”, adalah pengharusan artinya berdoalah sementara kalian bersikap dengan sifat yang menjadi penyebab terkabulnya doa. Imam Al-Madzhari berkata bahwa hendaknya orang yang bedoa merasa yakin bahwa Allah akan mengabulkan doanya sebab sebuah doa tertolak mungkin disebabkan yang diminta tidak mampu mengabulkan atau tidak ada sifat dermawan atau tidak mendengar terhadap doa tersebut, sementara kesemuanya sangat tidak layak menjadi sifat Allah. Allah adalah Dzat Yang Maha Pemurah, Maha Tahu dan Maha Kuasa yang tidak menghalangi doa hamba-Nya. Jika seorang hamba tahu bahwa Allah tidak mungkin menghalangi doa hamba-Nya, maka seharusnya kita berdoa kepada Allah dan merasa yakin bahwa doanya akan dikabulkan oleh Allah.
Seandainya ada orang yang mengatakan bahwa kita dianjurkan agar kita selalu yakin bahwa doa kita akan terkabulkan dan keyakinan itu akan muncul jika doa pasti dikabulkan, sementara kita melihat sebagian orang terkabul doanya dan sebagian yang lainnya tidak terkabulkan, bagaimana kita bisa yakin ?
Jawab.
Orang yang berdoa pasti terkabulkan dan pemintaannya pasti diberikan kecuali bila dalam catatan azali Allah doa tersebut tidak mungkin dikabulkan akan tetapi dia akan dihindarkan oleh Allah dari musibah semisalnya dengan permohonan yang dia minta sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits. Atau diberi ganti yang berupa pahala dan derajat di akhirat. Karena doa adalah ibadah dan barangsiapa yang beribadah dengan baik, maka tidak mungkin akan dihalangi dari pahala.
Yang dimaksud dengan sabda Nabi : “dari hati yang lalai” adalah hati yang berpaling dari Allah atau berpaling dari yang dimintanya. [Mir’atul Mafatih 7/360-361].
Faktor penghalang terkabulnya doa
Namun jika kita merasa bahwa doa kita belum terkabulkan, maka kita tidak boleh putus asa. Kita harus ber-husnudhan pada Allah ta’ala dengan terus introspeksi terhadap diri kita sendiri. Ketika berdoa, kita harus memperhatikan adab-adab berdoa, diantaranya : ikhlash, sungguh-sungguh, khusyuk, penuh kerendahan, dan yakin bahwa doa kita pasti akan dikabulkan (sebagaimana firman Allah di atas). Awalilah doa kita dengan sanjungan kepada Allah ta’ala dan shalawat kepada Nabi-Nya shallallaahu ’alaihi wasallam. Bisa jadi doa kita terhalang karena beberapa faktor, diantaranya :
1. Makan dan minum dari yang haram, mengkonsumsi barang haram berupa makanan, minuman, pakaian, dan hasil usaha yang haram.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لا يُقبَلَ إِلا طَيِّباً وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ اْلمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ اْلمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ { يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوْا صَالِحاً إِنِّي بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ } وَقَالَ { يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكمْ } ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاء يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِاْلحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ؟
“Wahai manusia, sesungguhnya Allah ta’ala adalah Maha Baik, tidak menerima kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada para Rasul. Allah ta’ala berfirman : “Hai Rasul-Rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih” (QS. Al-Mu’minuun : 51). Dan Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu” (QS. Al-Baqarah : 172). Kemudian Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu lalu menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata,”Ya Rabb..ya Rabb…”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya dari yang haram, dicukupi dari yang haram, maka bagaimana mungkin dikabulkan doanya?” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 1015].
2. Minta cepat terkabul doa yang akhirnya meninggalkan doa.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُوْلُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِيْ
“Dikabulkan doa seseorang dari kalian selama ia tidak buru-buru,(dimana) ia berkata : ”Aku sudah berdoa namun belum dikabulkan doaku” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5981 dan Muslim no. 2735].
لا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيْعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ قِيْلَ يَا رَسوْلَ اللهِ مَا اْلاِسْتِعْجَالُ قَالَ يَقُوْلُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَم أَرَ يَسْتَجِيْبُ لِيْ فَيَسْتحْسِرَ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ
“Senantiasa doa seorang hamba akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk berbuat dosa atau memutuskan silaturahim, dan selama ia tidak meminta dengan tergesa-gesa (isti’jal)”. Ada yang bertanya : “Ya Rasulullah, apa itu isti’jal ?”. Jawab beliau : “Jika seseorang berkata : ‘Aku sudah berdoa, memohon kepada Allah, tetapi Dia belum mengabulkan doaku’. Lalu ia merasa putus asa dan akhirnya meninggalkan doanya tersebut” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 2735].
3. Melakukan maksiat dan apa yang diharamkan Allah.
Seorang penyair berkata : “Bagaimana mungkin kita mengharap terkabulnya doa, sedangkan kita sudah menutup jalannya dengan dosa dan maksiat”.
4. Meninggalkan kewajiban yang diwajibkan oleh Allah.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِاْلمَعْرُوْفِ وَلْتَنْهَوُنَّ عَنِ اْلمُنْكَرِ أَوْ لَيُوْشِكَنَّ اللهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَاباً مِنْهُ ثُمَ تَدْعُوْنَهُ فَلا يُسْتَجَابُ لَكُمْ
“Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, hendaklah kalian menyuruh yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran atau (kalau tidak kalian lakukan) maka pasti Allah akan menurunkan siksa kepada kalian, hingga kalian berdoa kepada-Nya, tetapi tidak dikabulkan” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi no. 2169, Al-Baghawi dalam Syarhus-Sunnah 14/3453, dan Ahmad no. 23360. At-Tirmidzi berkata : “Hadits ini hasan”]
5. Berdoa yang isinya mengandung perbuatan dosa atau memutuskan silaturahim.
6. Tidak bersungguh-sungguh dalam berdoa.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِذَا دَعَوْتُمُ اللهَ فَاعْزِمُوْا فِي الدُّعَاءِ وَلا يَقُوْلَنَّ أَحَدُكُمْ إِنْ شِئْتَ فَأَعْطِنِيْ فَإِنْ اللهَ لا مُسْتَكْرِهَ لَهُ
“Apabila seseorang dari kamu berdoa dan memohon kepada Allah, janganlah ia mengucapkan : ‘Ya Allah, ampunilah dosaku jika Engkau kehendaki, sayangilah aku jika Engkau kehendaki, dan berilah rizki jika engkau kehendaki ‘. Akan tetapi, ia harus bersungguh-sungguh dalam berdoa. Sesungguhnya Allah berbuat menurut apa yang Ia kehendaki dan tidak ada yang memaksa-Nya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 7026].
7. Tidak khusyu’, lalai, dan terkuasai hawa nafsu.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
ادْعُوْا اللهَ وَأَنْتُمْ مُوْقِنُوْنَ بِاْلإِجَابَةِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ لا يَسْتَجِيْبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاهٍ
“Berdoalah kepada Allah dan kamu yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa orang yang hatinya lalai dan tidak khusyu’ “ [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi no. 3479 dan Al-Hakim no. 1817; hasan lighairihi].
Kalaupun misalnya Allah ta’ala belum mentaqdirkan doa kita terwujud, kita harus sabar dan ridla bahwasannya Allah ta’ala mempunyai hikmah yang sangat besar. Allah ta’ala sangat sayang terhadap hamba-Nya dan seorang hamba tidak tahu tentang akibat urusannya. Terkadang seseorang mengharapkan sesuatu, padahal itu jelek buat dia. Sebaliknya, seseorang membenci sesuatu, padahal itu baik buat dia. Wallaahu a’lam.
Sumber:
[Disalin dari buku Jahalatun nas fid du’a, edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdo’a oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 158-167, terbitan Darul Haq, penerjemah Zaenal Abidin, Lc.]
http://almanhaj.or.id
http://abul-jauzaa.blogspot.com
sumber : http://www.novieffendi.com/2011/08/syarat-dan-penghalang-terkabulnya-doa.html
Syarat Terkabulnya Doa
Khazanahalquran.com – Allah berjanji akan mengabulkan doa hamba yang memohon kepada-Nya. Namun, apakah semua doa akan dikabulkan? Apa saja syarat terkabulnya doa?
Sebelumnya kita telah melihat syarat terkabulnya doa menurut ayat Al-Qur’an pada Rahasia Doa (Bag 2).
Kali ini kita akan menengok bagaimana menurut hadist dan riwayat tentang syarat terkabulnya doa.
Syarat Terkabulnya Doa
1. Mengenal kepada siapa kita memohon.
Sebelum meminta sesuatu, tentu kita harus mengenal kepada siapa kita meminta. Begitu pula sebelum kita berdoa, kita harus tau siapa Dzat yang sedang kita mintai bantuan dan pertolongan untuk mengabulkan permintaan kita.
Selain itu, kita juga harus mengenal dan meyakini bahwa Allah swt Maha Mampu mengabulkan apapun yang kita minta.
Suatu hari, Imam Ja’far As-Shodiq, Guru dari Imam Madzhab Maliki dan Hanbali pernah ditanya oleh seseorang, “Wahai Imam, kita selalu berdoa tapi tak pernah dikabulkan?”
Imam pun menjawab, “Karena kalian berdoa kepada yang tidak kalian kenal.”
Jawaban ini selaras dengan sabda Rasulullah saw yang berbunyi,
“Andai kalian mengenal Allah dengan sebenar-benarnya maka doa kalian mampu memindahkan gunung-gunung.”
2. Berbaik sangka kepada Allah swt.
Disaat berdoa, kita harus yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa kita. Percuma kita berdoa jika masih ada perasaan ragu apakah Allah akan mengabulkan doa saya?
Karena Allah pernah berfirman dalam Hadist Qudsi-Nya,
“Aku adalah seperti apa yang disangkakan hamba-Ku kepadaku. Karenanya, janganlah berprasangka tentang-Ku kecuali kebaikan.”
Jika kita masih ragu apakah Allah akan mengabulkan atau tidak, maka doa itu tidak akan terkabul karena Allah akan mengabulkan sesuai prasangka kita kepada-Nya. Rasulullah bersabda,
“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin bahwa (doamu) akan dikabulkan”
3. Berdoa dengan perasaan terjepit.
Syarat ketiga adalah salah satu yang terpenting. Kita berdoa dengan perasaan terjepit dan terpojok seakan tidak ada lagi yang dapat membantu kita selain Allah swt. Tidak ada lagi yang kita harapkan selain-Nya.
Rasulullah saw bersabda,
“Jika seorang dari kalian ingin doanya selalu dikabulkan oleh Allah swt maka berputus asa lah dari seluruh manusia.”
Ketika tidak ada harapan lagi selain rahmat-Nya, berdoa dalam keadaan benar-benar membutuhkan bantuan-Nya, bercucuran air mata demi ijabah dari-Nya maka disitulah tempat terkabulnya doa.
Karena Allah begitu cemburu jika hamba-Nya masih berharap kepada selain-Nya. Padahal, siapa yang mampu mengabulkan seluruh permintaan selain Allah swt?
أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ -٦٢-
“Bukankah Dia (Allah) yang Mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan Menghilangkan kesusahan.”
(An-Naml 62)
Saya sudah menjalani adab berdoa dan syarat-syarat terkabulnya doa, tapi kenapa doa saya belum juga terkabul? Padahal Allah berjanji akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya?
Untuk menjawab pertanyaan ini, kita akan menggunakan analogi. Maha Suci Allah dari segala contoh.
Ada seorang anak yang meminta kepada ayahnya untuk dibelika pistol. Dia memohon, menangis dan meronta sejadi-jadinya. Akankah sang ayah membelikan pistol itu kepada anaknya?
Sang ayah tidak memberi bukan karena tidak mampu, bahkan membelikan 10 pistol pun ia mampu, tapi pistol itu berbahaya dan anak ini belum mengerti. Akhirnya ia ganti permintaan anaknya dengan mainan yang tidak berbahaya.
Kita sering meminta sesuatu yang kita anggap baik. Padahal tidak semua yang kita anggap baik itu baik. Ilmu kita sangat terbatas sementara Allah Maha Tahu dan ingin berkata,
“Yang sedang kau minta ini berbahaya duhai hamba-Ku”
Ketika Allah tidak memberi apa yang kita minta karena itu “tidak baik” bukan berarti Allah tidak menepati janji-Nya. Doa itu akan tetap terkabul dengan dialihkan kepada pemberian Allah yang lain.
Setiap doa akan dikabulkan. Apakah ia terkabul secara langsung di dunia, diakhirkan di akhirat atau diganti dengan pemberian yang lain. Rasulullah saw bersabda,
“Doa adalah inti ibadah. Tidak ada seorang mukmin yang berdoa kepada Allah kecuali dikabulkan. Apakah ia dikabulkan langsung didunia, diakhirkan (sebagai pahala) di akhirat atau dihapus dosa-dosanya sesuai dengan kadar doanya, selama ia tidak berdoa keburukan.”
Kita sering mengeluh dan protes jika doa tak kunjung terkabul, padahal kita tidak tau apa yang sedang terjadi dibalik doa-doa kita. Allah swt pernah berfirman dalam Taurat,
Allah berkata kepada hamba-hamba-Nya, “Kau berdoa untuk kehancuran hamba-Ku karena ia telah mendzalimimu padahal ditempat lain ada hamba yang berdoa untuk kehancuranmu karena kau telah mendzaliminya. Jika kau ingin, Aku akan mengabulkan doamu dan mengabulkan doanya (orang yang telah kau dzolimi) dan jika kau mau aku akan mengakhirkan (balasan) kalian berdua sampai kelak di Hari Kiamat.”
Kita hanya berpikir bahwa doa kita belum terkabul tanpa pernah tau bahwa doa itu telah menyelamatkan kita dari berbagai musibah dan bencana. Karenanya, jangan sering protes tentang tidak terkabulnya doa. Perbaiki doa kita dan yakinilah, tidak ada doa yang tidak terkabulkan !
Lalu, bagaimana adab berdoa yang benar? Temukan Jawabannya esok hari pada Adab Berdoa
www.khazanahalquran.com/syarat-terkabulnya-doa
Syarat-syarat Terkabulnya Doa
DOA adalah salah satu usaha yang dilakukan oleh manusia khusunya umat Islam dalam menggapai suatu keinginan tertentu. Bagi Muslim, berdoa sudah menjadi suatu yang dianjurkan oleh Allah SWT. Dan hanya orang yang sombonglah yang tidak mau berdoa kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina,” (QS. Al-Mu’min: 60).
Apabila kita berdoa, Allah SWT pasti mengabulkan doa kita. Hanya saja waktu yang akan menjawabnya. Dan dalam bentuk yang mungkin berbeda yang tidak sesuai keinginan kita tetapi bermanfaat untuk kita. Serta bisa jadi tabungan kita untuk di akhirat kelak.
Rasulullah SAW bersabda, “Tiada seorang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa,” (HR. Ath-Thabrani).
Tentunya bila ingin doa kita dikabulkan oleh Allah SWT, kita harus memenuhi syarat-syarat tertentu dalam berdoa. Syarat-syarat tersebut meliputi:
1. Khusyu dan ikhlas karena Allah. Sebagai tersebut dalam firman Allah SWT, “Dan bahwasanya masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah kamu berdoa kepada seorang jua pun di dalamnya disamping berdoa kepada Allah,” (QS. Al-Jin: 18).
2. Tidak terburu-buru. Hendaknya janganlah mengucapkan, “Aku sudah berdoa dan berdoa berkali-kali, tetapi belum dikabulkan juga oleh Allah.” Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Dikabulkan doa salah seorang di antara kalian, selama tidak terburu-buru. Dia berkata: aku sudah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan,” (HR. Muslim).
3. Berdoa tidak untuk dosa. Ataupun memohon sesuatu yang dilarang, sebagaimana hadis berikut, “Senantiasa dikabulkannya doa seorang hamba selama ia berdoa tidak untuk dosa atau memutuskan kekeluargaan,” (HR. Muslim dan Tarmidzi).
4. Penuh keyakinan. Rasulullah bersabda, “Berdoalah kamu kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa doamu pasti akan dikabulkan. Ketahuilah olehmu, bahwasanya Allah tidak akan mengabulkan doa yang keluar dari lubuk hati yang lupa lagi lalai.” Disamping itu hendaknya mengetahui dan memahami makna doa yang dipanjatkan serta senantiasa ingat kepada siapa ia berhadapan. Karena Allah tidak akan menerima doa seorang hamba yang sekedar basa-basi. Jangan ada keragu-raguan dalam hati, misalnya “dikabulkan Allah gak sih doa saya nanti?”
5. Makan dan minumlah dari yang halal. Allah berfirman, “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al-Mu’minun: 51). Dan dalam ayat lain, “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah,” (QS. Al-Baqarah: 172).
6. Bertakwa kepada Allah. Sebagaimana tersebut dalam firman Allah SWT, “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil), ‘Aku pasti membunuhmu!’ Berkata Habil, ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa’,” (QS. Al-Maidah: 27).
7. Dengan rendah hati dan bersuara lembut. Firman Allah SWT, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas,” (QS. Al-A’raf: 55).
8. Jangan memohon sesuatu yang mustahil didapat. Dalilnya adalah surat al-A’raf Ayat 55, seperti diatas. Karena mengharap sesuatu yang muluk-muluk dan tidak masuk akal akan menyebabkan kita menjauh dari Allah.
9. Diulang tiga kali. Ibnu Mas’ud RA menyatakan, “Adalah para Nabi AS, apabila beliau berdoa, berdoa tiga kali, dan apabila meminta juga meminta tiga kali,” (HR. Muslim). Karena berdoa diulang-ulang tiga kali adalah menunjukkan kesungguhan dalam berdoa atau meminta. Hal ini sesuai dengan firman Allah, “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia (benar-benar) berdoa kepada-Ku,” (QS. Al-Baqarah: 186).
10. Berdo’alah di waktu dan tempat yang mustajab.
11. Sabar dan shalat. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,” (QS. Al-Baqarah: 153).
Wallahu’alam bissawa[rika/islampos/ikhwanul-bakumpai]
https://www.islampos.com/syarat-syarat-terkabulnya-doa-131801/
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar